Rabu, 09 Desember 2009

Usaha Laundry

3 Alasan Saya Memilih Usaha Laundry














Saya pindah ke Bandar Lampung dari Jakarta awal tahun 2006. Oleh karena saya bukan TDB, maka sebelum hijrah saya perlu memikirkan rintisan usaha yang cocok sebagai gantungan hidup kami. Saya survey sana sini dan menyimpulkan ada 3 alternatif usaha, yaitu toko kelontong, kantin dan atau laundry.

Ketiganya punya kesamaan.
1. Simple dan mudah dikerjakan. Berhubung biaya hidup jalan terus sementara tabungan terbatas, maka untuk sementara saya "peti es-kan" cara bisnis yang njelimet.

2. Investasi rendah. Kriteria saya, modal start up harus kurang dari 5 juta.

3. Cashflow harian. Untuk bisa makan setiap hari, saya berharap usaha saya menghasilkan uang dengan cepat (bukan besar). Biar sedikit, yang penting uang berputar. Pada kenyataannya, ASTA Laundry hanya "bolong" pada hari pertama saja.

Setelah diskusi keluarga, akhirnya kami mulai serentak, usaha laundry (saya) dan kantin (istri) dengan dibantu 1 pegawai. Dalam perkembangannya, usaha kantin sudah almarhum dan laundry beranak pinak menjadi 4 unit usaha. Sekarang jumlah pegawai menjadi 11 orang dan omzet maupun labanya cukup baik.

Kalo ingat target pertama kami, saya ketawa. Waktu itu saya minta omzet 2.5 juta/bulan, hanya sekadar untuk bertahan hidup. Ini mah omzet 1 jam rekan-rekan TDA lainnya...

Arifin Novariadi
08129232061
0721-705033

Q + A: Kiat Usaha Laundry 2

Berikut ini adalah jawaban saya mengenai kiat usaha laundry, yang sering ditanyakan pembaca.
---------------------------------------------------------------------------------------
Menurut pengalaman saya, omzet agen laundry ditentukan oleh faktor lokasi dan keaktifan marketing agen itu sendiri. Di ASTA Laundry, saya punya 60 agen, tapi tidak semuanya menghasilkan. Ada yang dari pertama join, tapi omzetnya nol sampai sekarang. Namun ada juga yang baru 1 minggu jadi agen, namun omzetnya sudah lebih dari 1 juta.

Yang saya maksudkan lokasi adalah tidak selalu di tepi jalan utama. Yang penting, kalo agen malah prospek pelanggan harus tinggal di sekitarnya. Oleh sebab itu, kalo ada agen yang berada di perumahan atau sekitar kontrakan/kos, kemungkinannya lebih produktif. Kalo prospek pelanggannya adalah pelintas jalan, maka lihat dulu kondisi jalannya. Kalo jalannya ramai dan lalu lintas lancar, menanjak atau menurun biasanya kurang prospektif. Tapi kalo jalannya agak macet, jalan tidak terlalu luas dan kanan kirinya banyak orang parkir, nah ini malah bagus. Ini seperti feng shui, lho..

Spanduk juga jangan dijejali macam-macam. Harus simpel dan mudah dibaca. Anda bisa lihat gambarnya di blog saya, postingan pertama (bulan Februari). Tips saya, anda bisa "jemput bola" (tidak sekadar menunggu) dan mencari alternatif baru dalam marketing laundry.
Mudah-mudahan bermanfaat.

Q + A: Kiat Usaha Laundry 3

Ini juga jawaban saya tentang marketing laundry.
-----------------------------------------------------------
Sebagai gambaran, rumah saya bukan jalan utama (kira-kira masuk 50 m). Namun rumah saya cukup strategis, karena di sekitarnya hunian mahasiswa. Untuk mengatasi kondisi seperti yang anda utarakan itu, mungkin solusinya begini:
1. Buka agen laundry sebanyak-banyaknya
Kerjasama agen bisa dengan wartel, salon, counter voucher HP, dll. Anda cukup sediakan plang (bisa dibuat sendiri dengan tripleks mika yang dipotong-potong + scotchlite atau pesan yang murah meriah. Anggaran saya Rp.25.000 - 35.000/plang) dan buku nota (ongkos cetak: Rp. 60.000 -70.000/rim 1 warna). Komisi agen bisa Rp. 500 - 750/kg (kalo kiloan) atau 20 -25% (kalo laundry biasa). Kalo sistem agen laundry saya, begitu laundry dikirim ke agen, agen langsung bayar. Jadi kita aman cashflownya.
2. Pasang iklan baris
Bayar iklan tersebut selama 1 bulan di koran lokal setempat yang dianggap paling banyak dibaca. Kalo di Bandar Lampung, pasang iklan baris 3 baris selama 1 bulan Rp. 114.000 (Harian Radar). Isi iklan kira-kira adalah laundry melayani antar jemput dengan harga xxx/kg. Hub. 021-xxx. Terima bulanan dengan harga xxx/xx kg.
3. Sebarkan brosur
Walaupun menurut saya kurang efektif, anda bisa coba sebar brosur ke lingkungan sekitar, seperti warung makan, kos-kosan, kantor, dsb. Brosur tersebut harus memuat denah lokasi anda, agar pelanggan mudah mencapainya. Biasanya radius pelanggan saya sekitar 3 km.
4. Delivery
Ujung tombak poin 1 - 3 adalah delivery.
Jadi anda harus merekrut 1 pegawai delivery yang jujur, mau bekerja keras dan rajin, serta tentu saja punya motor. Khusus bagian delivery, saya gaji paling tinggi mengingat tanggung jawab dan kerja lapangannya (saya tidak tanggung bensin dan makan). Hitungan gajinya kira-kira sepertiga omzet yang diantar plus bonus keaktifan.

Pengalaman saya, faktor pembatas laundry malahan ketersediaan pegawai. Kadang-kadang di laundry saya omzet tidak sebanding dengan jumlah pegawai. Per 100 kg laundry, anda butuh 4 pegawai (termasuk administrasi dan laundry full dikerjakan pegawai) plus 1 pegawai delivery. Demikian sumbang cerita pengalaman saya.
Semoga bermanfaat.

VBS Mind Farmer/Developer
Arifin Novariadi
Internet Marketing: http://a-z-internet-marketing.blogspot.com/
0721-705033
08129232061

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar