Rabu, 16 Desember 2009

Menyikapi Kegagalan

Assalamu’alikum
Salam Power

Saudara..bagaimana kabarnya..?setelah sekian lamanya mungkin setahun sudah tidak bersua (2007-2008),baru sekarang bisa kembali melihat dan menbaca tulisan dari anda semua.Dalam ksesmpatan ini saya ingin sharing pengalaman berharga dalam bahtera kehidupan yang sedang dijalani ini,mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi saya khususnya dan anda semua…

Jumaat lalu 4 jauuari,saya dipanggil oleh HRD sebuah perusahan yang bergerak dibidang pelatihan SDM,untuk mengikuti seleksi terakhir.Sebulan yang lalu,saya mengirim lamaran untuk menjadi trainer pada perusahaan tersebut.Syarat yang dibutuhkan adalah pengalaman dan Lulusan S1 dari berbagai bidang study.Dari pertama saya sadar,kalau saya tidak mencukupi syarat untuk mencoba peluang ini,munculnya keberanian untuk mencoba mengambil peluang ini,karena saya beranggapan ;bahwa syarat S1 hanya sebagai positioning seleksi saja,agar menghindari pelamar yang menbludak.

Alhamdulillah CV saya diterima,interviwed pertama lulus,psikotes sebagai seleksi kedua pun dapat terlaksana dan dijalani dengan baik.Nah yang terakhir ini adalah komitmen dan negosiasi salary dengan HRD.Pertama-tama wawancara berjalan dengan lancar.tapi,Betapa kecewanya saya diakhir sesi,HRD memutuskan saya tidak bisa bergabung di lembaga tersebut karena belum selesai S1.Dalam hati berkata “kenapa tidak dari pertama melamar dipermasalahkan,..?�

Keluar dari ruang HRD hati ini rasanya sempit,bagaikan jatuh dari puncak tertinggi.Terus terang ini pertama kali gagal terberat bagi saya.Kalau gagal yang lain tidak terlalu berarti.Selama dalam perjalanan pulang menuju bogor penuh dengan kekecewaan.Berbagai macam fikiran negative menyelimuti kepala.

Wajah masih berkerut,pasrah,kecewa,belum bisa tersenyum.Berusaha untuk merenung dan mencoba untuk mengambil hikmah dari kejadian ini,hikmah dari kegagalan (bagaimana menyikapinya)’;

Pertama,Setiap yang terjadi didalam hidup ini semua telah diatur oleh Al-Khlaik,tugas manusia adalah untuk ikhtiar.yang harus kita yakini bahwa Allah tahu apa yang terbaik bagi hambaNya.(Tanda keimanan kepada Allah).

Kedua,Lakukan self Talk
Setiap hari manusia melakukan komunikasi dengan dirinya,kalau seandainya kita memiliki button tools,maka hampir satu juta karakter kita miliki perhari nya.Dalam sebuah buku motivasi (Quantum Ikhlas) menyebutkan,bahwa manusia berkomunikasi dengan dirinya lebih dari 60.000 kata-kata perhari.lakukanlah self talk ini seolah-olah anda sedang mencoaching / memotivasi diri anda sendiri.Komunikasi dengan otak sangat berpengaruh dengan perilaku kita.kata-kata yang saya sampaikan keotak “Pengalaman ini akan menjadi hal bermanfaat bagimu,untuk menyampaikan tentang kegagalan pada peserta seminar.Sesuatu yang disampaikan berdasarkan pengalaman pribadi akan lebih emosinal dirasakan oleh audience,dari pada hanya menyampaikan cerita orang lain (teori)�.Tiba-tiba saja,kondisi saya (state) seketika berubah.Saya sangat bersyukur mendapatkan pengalaman kegagalan ini.

Ketiga,Hindari dramatisir masalah / metaphora
Diatas saya menuliskan bagaikan jatuh dari puncak tertinggi,memang inilah yang saya rasakan saat itu.kata-kata ini muncul dalam kepala.Ternyata metaphora ini menambah bad mood.Namun stelah metaphora itu saya ganti dengan “saya hanya sedih karena hal yang diinginkan tidak terwujud.�. ternyata itu lebih lega di dada,dari pada jatuh dari puncak tertinggi.

Keempat,Temukan Idendity anda.
Kalau anda telah menemukan idenditas anda (siapa diri anda),insyaAllah persoalan akan mudah untuk dihilangkan.Jujur yang membuat saya harus segera mungkin kembali optimis,karena saya merasa bahawa saya adalah Sang Motivator / Personal Development Trainer.

“Kegagalan adalah investasi untuk meraih kesuksesan�

Semoga menjadi bermanfaat…

Do it now or never forever
Rahmadsyah
www.trainer-tcc.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar