Sabtu, 31 Maret 2012

Bagaimana Ilmu Sedekah Membuat Kaya?


Berbagi/sedekah tidak akan mengurangi tapi justru menambah kebahagiaan. Menimbun atau pelit akan menambah was was dan menutup pintu rizki berikutnya

Andai kita semua berbagi dengan adil maka semua kita hanya berharap menerima (meminta), siapa yang akan memberi. Mari berbagi, Allah akan membalas dengan pemberian dari arah yang kita tidak duga dan mengganti dengan kemuliaan hidup dunia dan akherat. Amin

Pertanyaannya adalah bagaimana mungkin ketika kita memberikan harta kita kepada orang lain, kemudian nantinya rezeki akan bertambah? Bukankah faktanya uang kita berkurang? Paling tidak matematika manusia itulah yang menyebabkan keraguan dan keengganan dalam berbagi.

Selasa, 27 Maret 2012

Hati

Muhasabah, Manajemen Hati

Muhasabah sore
Oleh Adhin Busro

Hati berpenyakit selalu menolak kebenaran dengan menutup pendengaran dan penglihatan. Jika diri sulit berubah bisa jadi karena hati tertutup. Terbuka tertutupnya hati ada dalam dirinya, orang lain sebatas bantu mengingatkan (MMAT, Manajemen Masjid At Taqwa)







Saudaraku yang ku cintai......
Setiap saat kita terus mendekati liang lahat, sayang kita terhijab sehingga Asma Allah sedikitpun tidak bisa membuat hati kita tergetar, hati kita sudah mengeras..membatu. Kepada dosa kita anggap biasa-biasa saja, kepada kebenaran kita semakin menjauh padahal Kita Pasti akan mati.

Senin, 26 Maret 2012

Allah Tempat Bergantung

Allah tempat bergantung

Sebuah renungan malam
Oleh Adhin Busro


Allah lah tempat kita bergantung. Maka jadikan shalat dan sabar sebagai penolongmu. Insya Allah kau temukan kedamaian hidup sejati. (MMAT, Manajemen Masjid At Taqwa)




Allah tempat kita bergantung
Semua manusia,
Semua penghuni Bumi
Semua mahluknya langit dan bumi
Trilyunan planet dan galaksi
Malaikat dan jin
Ada dalam Ilmu dan Kekuasaan_Nya
Kebesaran_Nya
Tak luput walau sebesar dzarahpun

Selengkapnya>>

Selasa, 07 Februari 2012

APAKAH ANDA PERSISTENCE?

 

Awal tahun saatnya merencanakan target baru untuk dicapai tahun ini, hal ini didasari oleh kegiatan tahunan sebelumnya yaitu melakukan appraisal terhadap kinerja dan pencapaian tahun lalu. Pasti ada yang bersorak, senang karena target yang dibuat pada awal tahun kemarin dapat terwujud, namun beberapa orang mungkin menyadari pencapaian kurang memuaskan sehingga harus menerima penilaian yang kurang memuaskan. Salah satu hal yang mendorong terlaksananya target adalah usaha keras untuk mencapai target tersebut dengan strategi yang tepat. Setiap sukses yang besar selalu disertai oleh usaha yang persistence.

Thomas Alfa Edison melakukan percobaan berkali-kali dan seringkali mengalami kegagalan namun karena adanya dorongan untuk terus berusaha akhirnya dapat menghasilkan penemuan besar seperti lampu pijar.

Ketika menghadapi kesulitan dalam mengerjakan sesuatu, apa yang anda rasakan? perasaan ingin berhenti atau mundur dari usaha tersebut karena beratnya hambatan untuk mencapai hasil atau sebaliknya, terus berusaha karena hal ini penting buat anda dan anda menetapkan komitmen untuk tetap berusaha sampai mencapai hasil yang diinginkan. Disaat berhadapan pada situasi seperti di atas kemampuan mental kita untuk terus bertahan dan berusaha dalam menghadapi hambatan, kesulitan yang dihadapi saat mengerjakan sesuatu disebut "persistence". Persistence adalah kemampuan untuk tetap teguh pada apa yang dilakukan dan tetap semangat meskipun merasa ingin berhenti. Persistence yang membuat seseorang tetap bergerak maju atau bertahan apapun terjadi untuk mencapai tujuannya dengan mencoba mengatur kembali rencana, mencoba terus sampai tujuannya tercapai.

David Mc Clelland mengemukakan salah satu ciri individu yang memiliki Need for Achievement yang tinggi adalah memiliki "persistence". Individu tersebut tidak cepat menyerah dan berusaha untuk melakukan pekerjaan dengan baik. Sejalan dengan hal ini, Paul G. Stolz dalam bukunya Adversity Quotient menyatakan adanya pengakuan seseorang terhadap hambatan yang dihadapi sehingga dapat memikul tanggung jawab terhadap hambatan tersebut, menyadari jangkauan tantangan yang dihadapi dapat mempengaruhi kehidupan atau bidang lainnya, daya tahan untuk dapat menyelesaikan masalah segera (endurance) yang ditunjukan dengan sikap dan perilaku yang menganggap kesulitan bersifat sementara sehingga perlu selalu optimis dan semangat dalam menyelesaikan tugas atau pekerjaan. Stolz membagi beberapa orang menjadi 3 golongan yaitu :

Quitters, individu yang berhenti berusaha, tidak berani menerima tantangan lebih.

Campers, berusaha terlebih dahulu, lalu berisitirahat sejenak dan karena adanya rasa nyaman kemudian tinggal dan tidak meneruskan usaha.

Climbers, berusaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan, tidak berputus asa menghadapi hambatan dan menganggap tantangan sebagi  

                peluang.

Seseorang yang persistence tentunya memiliki karakteristik climbers. Persistence sendiri tidak sama dengan keras kepala karena seseorang yang persistence perilakukanya diarahkan oleh tujuan yang jelas dan rencana tindakan yang matang dalam melaksanakan usahanya.
Bagian dari persistence adalah disiplin diri dan komitmen, maka untuk meningkatkan persistence adalah dengan meningkatkan 2 hal yang mendorong kecendrungan ini keluar yaitu, pertama meningkatkan intrinsic enjoyment dan kedua meningkatkan toleransi kita terhadap kesulitan. Pertama jangan melakukan pekerjaan yang kamu tidak sukai atau pekerjaan yang membuat kamu tidak semangat melakukannya, ambil jurusan sesuai dengan minat, jangan menerima suatu pekerjaan yang kamu tidak sukai karena faktor selain interest kamu sendiri misalnya karena factor gaji. Kedua jangan abaikan feedback terhadap performance karena hal ini akan memberikan gambaran mengenai bagaimana pekerjaan saat ini. Ketika menghadapi hambatan fokuslah dalam apa yang dikerjakan dan targetkan hasilnya, tetaplah focus dan nikmati pekerjaan tersebut dan apabila mengalami hambatan coba atur kembali rencana atau strateginya. Kedua, saat melakukan sesuatu tetapkan satu tujuan yang akan dicapai dan lakukan hal tersebut secara maksimal, jangan ragu. Tanpa tujuan yang jelas dalam pekerjaan akan dapat membingungkan dalam menentukan langkah menuju keberhasilan. Saat menghadapi kesulitan coba ambil satu motivasi yang menguatkan untuk tidak putus asa dan usahakan berusaha terlebih dahulu sebelum berhenti dan berharap hal tersebut berhasil dengan sendirinya. Bagaimana seorang atasan meningkatkan persistence bawahannya,

Seseorang dapat menunjukan Persistence apabila memiliki komitmen untuk menyelesaikan pekerjaannya, jadi mari kita focus menyelesaikan pekerjaan, tetap menjadi seorang climber sejati karena dengan inilah kita dapat mencapai target kita di tahun depan. " Winner never quit, quitter never wins", if at first you don't succeed, try, try again" .

 

Sumber :  Nara-Momang

 

 

 

Regards,

Mengapa Sebelum Bekerja Kita Perlu Berdoa?


 

Hore, Hari Baru!
Teman-teman.

Diantara semua hal baik yang pernah diajarkan oleh orang tua, pasti terselip tentang doa. Semua orang tua pasti mengajari anak-anaknya untuk berdoa. Mungkin kita jarang berdoa, tetapi kita pun ingin agar anak-anak kita belajar berdoa. Minimal, kita pun berdoa pada saat sembahyang. Atau, paling tidak; kita pasti berdoa saat sedang menghadapi kesulitan. Anda, mungkin termasuk orang yang rajin berdoa setiap hari. Mungkin juga tidak. Apapun itu, tidak menjadi masalah bagi saya. Tetapi sekarang, izinkan saya untuk mengajak Anda berdoa setiap kali hendak berangkat ke tempat kerja.

"Awali dan akhiri segala aktivitas kerja kita dengan doa." Itu saja? "Dan, pastikan bahwa selama mengerjakannya kita mencurahkan yang terbaik untuk pekerjaan kita." Maka doa menjadi salah satu kunci menuju kualitas pribadi yang mumpuni. Bagi Anda yang tertarik untuk menemani saya belajar menemukan makna dibalik doa yang kita ucapkan sebelum bekerja, saya ajak untuk memulainya dengan memahami 5 sudut pandang Natural Intellligence berikut ini:

 

1. Doa mencerminkan rasa syukur pada pekerjaan.

Pekerjaan yang kita miliki adalah anugerah. Namun, kita sering tidak menyadarinya. Nikmat pekerjaan sering terhalang oleh kurangnya pendapatan, perlakuan buruk dari atasan, omelan menyakitkan dari pelanggan, kemacetan di jalan dan berbagai macam hal lainnya. Tidak heran jika setiap kali pergi ke kantor, berasa berat hati kita. Kita lupa, bahwa pekerjaan ini adalah anugerah yang tiada tara. Sekarang, cobalah bayangkan; bagaimana seandainya kita tidak memiliki pekerjaan itu. Apakah sudah ada alternatif lain yang bisa menjadi sumber penghasilan? Pekerjaan kita ini bukan sekedar bisa memberi penghasilan untuk memenuhi kebutuhan fisik belaka. Penghasilan itu juga sangat menentukan 'harga diri kita'. Bukankah orang-orang yang tidak punya penghasilan sering disepelekan oleh lingkungan? Ternyata, pekerjaan ini bukan sekedar memberi kita pemenuhan kebutuhan materi, melainkan juga menjaga harga diri kita. Maka patutlah jika kita mensyukurinya. Doa itulah ungkapan rasa syukur kita. Mulai sekarang, sebelum pergi ke kantor, biasakanlah untuk berdoa, dan katakanlah;"Tuhan, terimakasih telah Engkau berikan anugerah pekerjaan ini kepadaku. Izinkan hamba untuk merengkuh hidup dan meraih nafkahmu melalui pekerjaan hari ini."

 

2. Doa melindungi kita dari rasa kecewa.

Ketika berdoa, kita menyerahkan segala urusan kepada Sang Maha Pencipta. Itu berarti kita berkomitmen untuk menerima apapun yang diputuskan olehNya untuk diri kita. Maka jika selama bekerja hari itu, ada sesuatu yang mengecewakan hati, kita akan tetap menerimanya dengan ikhlas dan lapang dada. Meski atasan Anda marah-marah. Walau bawahan Anda mengesalkan. Biarpun pelanggan Anda memaki-maki. Namun, doa yang tadi pagi Anda panjatkan melindungi hati Anda dari rasa kecewa. Jika tadi pagi Anda belum sempat berdoa, sekarang berdoalah. Dan buktikan sendiri, bahwa dengan doa itu hati Anda akan semakin lapang. Tidak ada cara lain untuk membuat hati tenteram, kecuali dengan selalu mengingatNya. Melalui doa itu, kita menunjukkan kepada Tuhan bahwa kita selalu mengingatNya. Dan dengan doa itu, hati kita terlindung dari rasa kecewa.

 

3. Doa menumbuhkan semangat untuk melayani.

Tidak masalah jenis pekerjaan apapun yang Anda tangani. Sales, finance, HR, manufacturing, marketing, legal, apapun. Semua pekerjaan yang berbeda-beda itu mempunyai inti fungsi yang sama, yaitu; melayani. Pekerjaan kita adalah melayani orang lain. Coba perhatikan, apakah yang saya katakan itu benar? Anda bertugas untuk melayani orang lain, bukan? Bahkan sekalipun setiap hari Anda selalu berkutat dengan benda mati; komputer, mesin, kertas-kertas. Tetapi, Anda melakukan semua itu untuk menghasil sebuah produk atas jasa yang bisa melayani orang lain. Mungkin ada yang melayani orang lain di luar kantor, ada juga yang melayani orang di dalam perusahaan. Makanya kita mengenal external maupun internal customer. Bahkan sekalipun Anda sudah menjadi manager dan direktur, tugas Anda tetap melayani orang lain. Doa yang kita panjatkan tadi itu, merupakan komitmen kepada Tuhan bahwa kita akan mengerjakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya. Artinya, kita bertekad untuk melayani orang lain dengan sebaik-baiknya. Maka pada hari ini, Anda pasti memperlakukan orang lain dengan sebaik-baiknya. Mengapa? Karena Anda sudah berkomitmen kepada Tuhan, untuk memperlakukan mereka sebaik mungkin. Maka pantas, jika Tuhan pun memperlakukan Anda dengan sebaik-baiknya.

 

4. Doa menghalangi kita dari perbuatan tercela.

Kepada orang-orang yang berhasil menjaga dirinya dari perbuatan tercela Tuhan memberikan reward yang tidak ternilai harganya, yaitu; menjadikan dia pribadi yang mulia. Bayangkan, kita dijadikan oleh Tuhan sebagai pribadi yang mulia hanya karena kita menghindari perbuatan tercela. Tengoklah, fakta hidup disekitar kita. Tidak peduli setinggi apapun jabatannya, seseorang yang melakukan perbuatan tercela pasti hina dihadapan orang lain. Kita tidak pernah menaruh respek kepada pejabat tinggi yang perilakunya tidak senonoh, bukan? Semua perilaku buruk kita di tempat kerja bukan seluruhnya datang dari dalam diri kita, melainkan dikompori oleh syetan. Hanya ada satu cara untuk selamat dari godaannya, yaitu berlindung kepada Tuhan. Doa yang pagi tadi kita panjatkan, menghalangi kita dari perbuatan tercela. Mengapa? Karena kita akan merasa malu jika menodai niat baik untuk bekerja dihadapan Tuhan itu, dengan perilaku buruk ditempat kerja. Atau perbuatan-perbuatan nista lainnya di di jam kerja.

 

5. Doa menjadikan pekerjaan kita bernilai ibadah.

Berapa banyak gaji yang Anda terima? Tidak peduli sebanyak apapun itu, tapi belum tentu sepadan dengan pengorbanan yang Anda berikan. Waktu Anda yang tersita. Kepentingan keluarga Anda yang dinomorduakan. Perasaan dan gengsi Anda yang dikorbankan. Bahkan sampai resiko kematian. Semua sudah Anda pertaruhkan. Di beberapa lokasi kerja, kita menemukan orang yang cedera, bahkan sampai kehilangan nyawa. Santunan miliaranpun belum tentu sepadan dengan pengorbanan kita. Maka dari itu, kita harus berani 'menaikkan' imbalan itu tanpa harus bergantung kepada persetujuan managemen. Apa ada imbalan yang dinaikkan tanpa tergantung pada manajemen? Ada. Yaitu imbalan yang Anda minta dari Tuhan. Bahkan jika sampai mereka meninggal karena bekerja, mereka dijamin mendapatkan pahala terbaik disisiNya. Sungguh, doa yang kita panjatkan setiap pagi sebelum berangkat bekerja menjadikan segala sesuatunya bernilai ibadah.

Doa itu sangat sederhana. Tetapi implikasinya sarat dengan makna. Orang yang mengawali kerjanya dengan doa, tidak pelit untuk mengerahkan semua daya dirinya. Orang yang berdoa sebelum bekerja berani menunjukkan yang terbaik dari dirinya. Mereka melakukan itu bukan hanya sekedar menyenangkan para stakehordernya; melainkan dia sedang menyenangkan Tuhannya. Maka, mari dari sekarang kita belajar memulai pekerjaan dengan doa. Sebelum melangkahkan kaki ke tempat kerja, berdoalah. Maka pekerjaan kita hari itu, akan bernilai ibadah.


(Sumber :  Dadang Kadarusman)

10 Cara Agar Bahagia di Tempat Bekerja

 

Apa yang Anda cari dalam pekerjaan Anda? Bisa jadi jawabannya adalah gaji, promosi, atau kedudukan. Tapi sudahkah itu membuat Anda bahagia? Alih-alih bahagia, terkadang pekerjaan membuat seseorang stres, putus asa, bahkan tidak bahagia.

Penulis buku ternama Happiness at Work, Srikumar Rao, belum menegaskan uang atau jabatan bukan kunci kebahagiaan saat bekerja. "Hambatan terbesar untuk bahagia ada dalam keyakinan Anda," kata Rao di laman Forbes.com belum lama ini.

Menurut Rao, ada 10 cara sederhana agar tetap bahagia dalam bekerja. Berikut ini penuturannya.

1. Lakukan pekerjaan sebaik mungkin.
Ketika sesuatu yang buruk terjadi, jangan menyalahkan diri sendiri. Sebaliknya, ketika membuat kesalahan, menyadari tanpa menghakimi. "Lakukan apa yang harus Anda lakukan," katanya.

2. Belajar menghadapi keterpurukan.
Rao mendefinisikannya sebagai latihan ketahanan ekstrem. Sebagian orang bisa dengan cepat mengatasi keterpurukan, tapi sebagian lainnya bisa sangat lambat. Nah, tidak ada gunanya menuduh diri tak berguna. "Berlatihlah untuk melakukan hal-hal yang besar," katanya.

3. Jangan dendam.
Dendam terhadap bos atau rekan kerja bisa membuat seseorang tidak bahagia. Inilah salah satu kunci sukses Anda bahagia dalam pekerjaan Belajarlah memaafkan kesalahan orang lain.

4. Pantang cemburu.
Cemburu atau iri terhadap kesuksesan orang lain bukan solusi. Dunia tidak sesempit daun kelor. Berpikirlah positif karena yang terjadi pada seseorang akan terjadi juga pada diri Anda.

5. Temukan gairah bekerja pada diri Anda.
Fokus pada pekerjaan Anda kini. Dan galilah kemampuan sebanyak-banyaknya. Anda bekerja untuk diri sendiri, bukan bekerja karena terpaksa.

6. Introspeksi diri.
Anda bisa membayangkan masalah-masalah yang telah Anda selesaikan beberapa tahun lalu, dan berkaca untuk menatap masalah yang akan datang. Ini bisa membantu Anda menemukan perspektif baru.

7. Hindari berkhayal.
Biasanya seseorang berkhayal melakukan pekerjaan yang ideal menurut pikirannya. Bukan tidak boleh, tapi pola pikir ini harus diubah agar tidak berbenturan dengan kondisi Anda kini.

8. Mementingkan proses, bukan hasil.
Terkadang hasil yang Anda inginkan tak sesuai dengan kenyataan. Jika terlalu fokus terhadap tujuan, kekecewaan bisa membayangi Anda. Kebiasaan mementingkan proses ini merupakan investasi kebahagiaan.

9. Tidak egois.
Pikirkan tentang orang lain karena kesuksesan Anda juga ditentukan sekeliling Anda.

10. Pekerjaan berat bukan beban, tapi latihan untuk maju.
Tak ada sesuatu bisa dicapai dengan mudah. Anggap beban pekerjaan yang menumpuk di hadapan Anda sebagai proses latihan untuk berpijak ke tahap selanjutnya.

(Sumber : TEMPO Interaktif)

Ketahuilah, Pemimpin Efektif Tak Hanya Pandai Bicara


 

Ketika kita ada di posisi pimpinan, kita mestinya tahu bahwa kita bertanggung jawab atas segenap orang yang kita pimpin. Orang-orang yang kita pimpin akan melihat kita untuk mendapatkan petunjuk dan kekuatan. Adalah tanggung jawab seorang pemimpin, untuk membangkitkan inspirasi orang-orang di sekelilingnya sehingga mereka akan mendorong dirinya sendiri yang kemudian akan mendorong keseluruhan organisasi untuk mencapai cita-citanya. Untuk menginspirasi ini, kita harus menunjukkan arah melalui tindakan.

Mahatma Gandhi adalah contoh pemimpin yang selaras antara perbuatan dan perkataannya. Dia berkomitmen untuk memprotes ketidakadilan melalui jalan tanpa kekerasan dan secara konsisten menjalankan prinsip itu, betapa beratpun tantangannya. Dia memimpin pengikutnya melalui tindakan dan pengikutnya melakukan hal yang sama. Gandhi akhirnya berhasil memimpin mereka, dan India, mencapai kemerdekaannya.

Seandainya Gandhi sekali saja melakukan perkelahian fisik pada lawannya, tentu pesan pentingnya tentang protes tanpa kekerasan akan jauh lebih sulit dipercaya sesudah itu. Pengikutnya akan melihat dia dengan penuh curiga dan tidak percaya. Kemungkinan para pengikutnya untuk terlibat dalam perdebatan fisik dan tindak kekerasan akan meningkat secara dramatis.

Demikian pula dengan orang-orang yang kita pimpin. Bila kita berkata satu hal dan melakukan hal yang lain, kemungkinan besar orang-orang yang kita pimpin tidak akan mengikuti kita dengan antusias. Apapun yang kita katakan akan dipandang dengan penuh kecurigaan dan keraguan. Orang-orang yang kita pimpin tidak akan percaya bahwa hal yang kita lakukan adalah yang terbaik.

Pemimpin yang baik, mendorong orang-orang yang dipimpinnya untuk maju dengan penuh gairah, inspirasi, keterpercayaan dan visi. Ketika kita memimpin orang yang tidak mempercayai kita, produktivitas akan turun dan antusiasme akan hilang. Visi yang dengan susah payah ingin kita realisasikan akan kehilangan daya tariknya, semua hanya karena orang-orang yang kita pimpin tidak mempercayai pemimpinnya lagi.

Semoga kita bisa menjadi pemimpin yang punya keselarasan antara perbuatan dengan perkataan.

Menjadi pemimpin yang efektif tidaklah mudah. Perlu upaya dan pendekatan agar bawahan dapat dengan suka rela mendukung efektivitas Anda. Bagaimana caranya?

Para pakar manajemen sumber daya manusia sering mengungkapkan bahwa pemimpin efektif adalah pemimpin yang dapat mempengaruhi bawahannya secara positif sehingga bawahan dengan senang hati mau dan mampu bekerja sama untuk pencapaian tujuan bersama. Meski pernyataan tersebut tidak sepenuhnya salah, sejatinya masih ada faktor lain yang dapat mempengaruhi efektifitas seorang pemimpin, yakni sikap bawahannya.

Bawahan yang efektif adalah bawahan yang dapat memahami pemimpinnya secara positif sehingga pemimpin dengan senang hati mau dan mampu bekerja sama untuk pencapaian tujuan bersama. Setidaknya ada empat faktor yang mempengaruhi seseorang untuk menjadi bawahan yang efektif.

Pertama adalah sikap proaktif. Bawahan yang proaktif adalah bawahan yang bertanggungjawab, tidak hanya menunggu perintah dari pemimpin dan mampu melakukan prioritas kerja. Intinya, bawahan proaktif adalah bawahan yang mampu bekerja secara mandiri.

Kedua, berpikir kritis. Bawahan yang baik tidak berarti 'nurut' saja apa kemauan dari pimpinan. Berpikir kritis sangat dibutuhkan untuk memahami secara jelas apa kemauan pemimpin. Tujuan yang telah disepakati pemimpin dan akan mempermudah bawahan dalam mengimplementasikan tindakan-tindakannya.

Ketiga, asertif yakni keberanian untuk berkata 'tidak'. Hal ini memang sulit dilakukan oleh bawahan. Tapi keberanian untuk berkata 'tidak' dengan disertai alasan jelas memang harus dilakukan bila keasertifan tersebut mendukung nilai-nilai yang dianut oleh organisasi. Sedangkan faktor keempat adalah menghargai perbedaan. Seperti pemimpin, bawahan juga perlu menghargai perbedaan yang timbul dari hubungannya dengan pemimpin. Bila pendapat mereka dianggap tidak relevan, kemukakan alasan yang masuk akal.

Adapun bagi pemimpin, ada beberapa faktor yang mempengaruhi efektivitasnya, yaitu:

Komitmen
Salah satu ukuran efektif tidaknya seorang pemimpin ditunjukkan oleh komitmennya terhadap tujuan dan nilai-nilai organisasi. Tujuan organisasi biasanya ditunjukkan dengan visi yang ingin dicapai perusahaan baik dalam jangka pendek (2-5 tahun) maupun jangka panjang (5-10 tahun). Sedangkan nilai-nilai organisasi ditunjukkan dengan perilaku/ tindakan yang perlu dilakukan dalam mencapai tujuan organisasi tersebut.

Integritas
Integritas merupakan kesesuaian tindakan pemimpin dengan prinsip atau paham yang dianut perusahaan. Konsistensi integritas ini penting mengingat organisasi adalah kumpulan karyawan yang memilih karakteristik beda tapi memiliki tujuan dan nilai yang sama.

Motivasi
Selain memotivasi diri sendiri, pemimpin juga perlu memotivasi bawahan dalam melakukan pekerjaannya. Seorang pemimpin, tanpa dukungan bawahan tidak akan pernah mencapai tujuan perusahaan. Disini peran pemimpin adalah menunjukkan dukungan dan respek terhadap apa yang telah dilakukan bawahan.

Menghargai Perbedaan
Menghargai perbedaan adalah salah satu tindakan yang paling sulit dilakukan oleh seorang pemimpin. Hal yang perlu disadari adalah bahwa tidak semua 'kemauan' pemimpin benar. Oleh karena itu, pendapat dari bawahan adalah penting untuk didengarkan. Bila pendapat mereka dianggap tidak relevan, kemukakan alasan yang masuk akal. Namun bila pendapat mereka benar, harus pula diakui kebenarannya.

Pakar psikologi sumber daya manusia, Zainun Mu'tadin, Spsi., Msi., dalam sebuah ulasan di e-psikologi.com menyatakan bahwa permasalahan yang seringkali dialami para supervisor / manager atau atasan, bukanlah terletak pada kemampuan teknis dalam mengerjakan tugas di lapangan tetapi lebih pada kemampuan managerial untuk membangun semangat kerja para bawahannya. Artinya para supervisor / manager baru tersebut banyak yang tidak siap ketika diberikan tanggung jawab membimbing, melatih, memotivasi dan menilai kinerja para bawahannya.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut di atas, Zainun memberikan beberapa tips sebagai berikut:

Jadilah Pendengar yang Baik

Carl Rogers, seorang pakar di bidang psikologi, pernah berkata bahwa penghalang yang terbesar untuk melakukan komunikasi pribadi adalah ketidaksanggupan seseorang untuk mendengarkan dengan baik, dengan penuh pengertian dan perhatian kepada orang lain. Jika anda diberi tugas untuk membimbing dan melatih seseorang maka hal ini merupakan salah satu hal terpenting yang harus diingat.

Ketika anda sedang berbicara dengan bawahan anda jagalah agar anda tidak terlalu banyak bicara, melainkan lebih banyak mendengarkan keluhan dan masukan dari bawahan anda. Kesediaan untuk mendengar akan memberi kesempatan kepada bawahan untuk mengutarakan keinginan dan pendapatnya.

Dengan mendengar berarti anda memperhatikannya, anda mempunyai suatu perhatian yang konstruktif mengenai masalah yang dihadapi olehnya, di mana mungkin anda selaku atasan mempunyai alternatif solusi yang dibutuhkan orang tersebut.

Dengan demikian akan tercipta rasa aman dan nyaman sehingga bawahan anda lebih mau terbuka terhadap saran-saran yang diberikan. Selain itu mendengarkan seseorang yang secara bebas berbicara tentang dirinya sendiri merupakan jalan terbaik untuk mengenal lebih jauh siapa lawan bicara kita tersebut. Meskipun demikian mendengarkan tidaklah selalu berarti bahwa anda percaya terhadap segala yang anda dengar. Tentu saja untuk dapat menjadi pendengar yang baik dibutuhkan kesabaran dan kerendahan hati.

Kita sering melakukan kesalahan dalam menginterpretasi dan menilai hasil kerja seseorang sebagai akibat dari suatu pandangan dan pengetahuan yang dangkal sekali tentang pekerjaan orang tersebut. Seringkali kita menjumpai seorang atasan yang mengharapkan bawahannya melakukan sesuatu yang sebenarnya bukan merupakan kapasitasnya. Jika mengambil perumpamaan hal tersebut adalah ibarat mengharapkan pohon mangga menghasilkan buah durian. Mustahil bukan? Akibatnya tidak sedikit bawahan yang menjadi frustrasi dan bahkan tidak "respect" terhadap atasan karena atasan demikian dinilai tidak tahu apa pekerjaan bawahannya sebenarnya (padahal ia seharusnya tahu).

Jika anda adalah seorang atasan maka sudah seharusnya anda mengetahui apa yang wajib dan baik untuk dikerjakan atau diselesaikan bawahan anda. Anda juga harus dapat mengetahui secara pasti apakah bawahan anda mengerjakan tugas dengan suatu cara atau jalan yang aman yang dapat diterima oleh perusahaan. Jika ternyata bawahan anda dapat menyelesaikan tugas-tugas dengan cara-cara yang dapat diterima tetapi tidak sesuai dengan cara anda, maka sedapat mungkin biarlah ia menggunakan cara tersebut.

Jangan cepat-cepat mengkritik atau pun memaksanya untuk melakukan menurut cara anda. Sebaliknya jika ia temyata tidak dapat menyelesaikan tugasnya, maka anda perlu melakukan suatu perubahan. Langkah awal dalam melakukan perubahan tersebut adalah dengan membuat suatu persetujuan antara anda dan bawahan mengenai hal-hal yang mendasar dari pekerjaan tersebut.

 

Sumber: www.suaramedia.com

Senin, 06 Februari 2012

Memulai Bisnis Online dengan Facebook

sumber: http://bisnisukm.com/memulai-bisnis-online-dengan-facebook.html

ilutrasi bisnis online dengan facebook 213x200 Memulai Bisnis Online dengan FacebookPopularitas facebook yang semakin meningkat, ternyata tidak disia – siakan para pelaku bisnis online. Para pengguna facebook yang tersebar hingga ke berbagai negara, dijadikan sebagai peluang pasar yang bagus bagi para pelaku bisnis. Berbagai peluang bisnis berusaha memasarkan produk mereka melalui situs jejaring tersebut.

Di Indonesia, popularitas facebook mampu bersaing dengan popularitas google. Sebelum ada facebook, google menjadi tujuan utama masyarakat saat menggunakan internet. Namun sekarang ketika orang menggunakan internet, mereka cenderung lebih sering membuka facebook dibandingkan membuka google. Hal ini memberikan prospek cerah bagi pelaku bisnis online, untuk memasarkan produknya. Sebab selain menggunakan website dan blog, mereka dapat memulai bisnis online dengan facebook.

Selain digunakan sebagai ajang menjalin pertemanan dengan semua orang, facebook juga banyak digunakan orang untuk menjalankan bisnis toko online mereka. Beberapa pengusaha sengaja memasarkan produknya dengan mengunduh gambar produk ke account facebook mereka. Disamping itu mereka juga menggunakan aplikasi lain yang ada di facebook untuk membantu pemasaran produk, misalnya saja aplikasi events untuk menyebarkan berita kepada konsumen tentang event atau acara yang akan menjadi agenda perusahaan Anda. Atau aplikasi catatan pada facebook yang dapat digunakan untuk menginformasikan tentang perkembangan bisnis yang Anda jalankan. Ada juga aplikasi video dan photo yang bisa digunakan untuk mengunduh gambar produk, bukan hanya itu saja masih ada aplikasi discussion board yang bisa membantu Anda untuk berinteraksi dengan para konsumen dan rekan kerja lainnya. Cara ini ternyata cukup efektif dan membantu pemasaran produk yang dipasarkan.

pemasaran bisnis dengan facebook  244x200 Memulai Bisnis Online dengan FacebookMencoba peluang bisnis online melalui facebook terbilang cukup mudah dan murah. Oleh karena itu banyak pemula bisnis online yang menggunakan situs ini untuk memulai bisnisnya. Karena untuk membuat account facebook tidak dipungut biaya alias gratis. Disamping itu mudahnya menjalankan bisnis online melalui facebook, membuat persaingan bisnis di facebook juga cukup besar. Untuk itu Anda harus tekun dan kreatif untuk menawarkan produk. Berikut kami berikan tips sukses pemasaran produk melalui facebook :

a. Rajin menulis status yang berisi iklan menarik dan unik, kata – kata pada status Anda menjadi daya tarik bagi konsumen untuk mengunjungi facebook Anda.

b. Melakukan pemasaran dengan mengunduh  foto dan video produk ke facebook Anda. Peluang datangnya pesanan berasal dari gambar – gambar produk yang ditawarkan.

c. Membuat fitur album untuk foto dan video produk. Pisahkan produk ready stock dengan produk yang sudah sold out. Sehingga konsumen mengetahui mana produk yang masih bisa dipesan, dan mana produk yang sudah habis terjual.

d. Untuk menawarkan produk Anda, bagikan foto maupun video produk kepada para pengguna facebook ( gunakan aplikasi tag ). Cara ini selain untuk memasarkan produk, juga bertujuan untuk mengenalkan alamat toko online Anda.

e. Cantumkan alamat dan no telepon yang dapat dihubungi konsumen, sehingga konsumen percaya dengan keberadaan bisnis Anda.

Mudahnya menjalankan bisnis online melalui facebook, cocok bagi para pemula yang ingin mencoba bisnis melalui internet. Semoga cara ini dapat bermanfaat dan salam sukses.


Sumber gambar : http://blog.offshoring.com/wp-content/uploads/2010/05/Facebook-Internet-Marketing.jpg dan http://www.toputop.com/blogs_images/Facebook-Marketing.jpg

Bisnis ebook, semakin menjanjikan

sumber bisnis UKM

Apa saja Kelebihan Bisnis Ebook?

produk ebook bisnis 200x200 Apa saja Kelebihan Bisnis Ebook?Perkembangan teknologi yang semakin canggih, ternyata berhasil mengubah kebiasaan masyarakat dalam membaca buku. Jika dulu mereka hanya bisa membaca dengan buku cetakan, sekarang masyarakat bisa membaca buku melalui  media elektronik. Ebook atau elektronik book adalah buku yang dikemas dalam bentuk digital, bukan dalam bentuk cetakan menggunakan kertas. Sehingga masyarakat bisa membacanya melalui media seperti computer, laptop, PDA, bahkan dari layar handphone dengan tipe tertentu.

Semakin hari peminat ebook terus meningkat, sehingga banyak pelaku bisnis online yang memilih untuk menjalankan bisnis ebook. Untuk mencoba bisnis ebook juga tidak membutuhkan banyak modal, bahkan bisa dibilang bisnis ini tanpa modal. Karena modal utamanya hanya berupa tulisan atau informasi bermanfaat yang dibuat dengan media elektronik. Selain itu cara membuat ebook juga cukup mudah, ada beberapa format yang dapat digunakan untuk memproduksi ebook antara lain melalui adobe PDF, Executable (Exe), Plain text (ASCII), Microsoft word (doc) dan RTF, HTML, XML atau help (Hlp).

Namun yang sering digunakan dalam pembuatan ebook adalah format PDF. Karena cara pembuatannya sangat mudah, sama dengan membuat document di Microsoft word dan disimpan dalam format PDF. Sebagian pelaku bisnis ada yang melengkapi ebooknya dengan password tertentu, ini untuk menjaga keamanan produk. Hanya dengan format PDF yang ada dikomputer, banyak pelaku bisnis ebook yang berhasil menjual produknya hingga berbagai daerah, dan keuntungannya pun cukup besar.

Menekuni bisnis ebook memang tidak ada ruginya, malahan memberikan banyak keuntungan  baik bagi konsumen maupun bagi pelaku bisnis ini. Apa saja kelebihan bisnis ebook? Berikut ulasan selengkapnya :

ilustrasi bisnis ebook 250x178 Apa saja Kelebihan Bisnis Ebook?1. Kelebihan bisnis ebook bagi pelaku bisnis

-  Pembuatan ebook modalnya sangat kecil, yang terpenting kualitas tulisannya

-  Proses distribusi produk juga tidak sulit, dan tidak membutuhkan ongkos kirim. Karena ebook bisa langsung didownload atau dikirimkan melalui email maupun pesan elektronik lainnya

-  Keuntungan yang sangat besar, hampir 100%. Karena tidak ada biaya kirim dan modal pembuatan ebook

-  Resiko bisnis juga sangat kecil

-  Penjualan juga bisa diatur secara autopilot, sehingga Anda tinggal menikmati hasil penjualan ebook

-  Mendapat pengakuan dari masyarakat, karena kualitas ebook yang dipasarkan cukup diminati konsumen. Bahkan membuka peluang kerjasama dengan beberapa pihak lainnya.

-  Membangun loyalitas pelanggan, melalui ebook yang Anda ciptakan. Semakin berkualitas ebook Anda, maka konsumen akan semakin sering membeli produk Anda dan tak ragu lagi menjadi pelanggan tetap.

2.   Kelebihan ebook bagi konsumen

-  File ebook lebih mudah disimpan, dibandingkan buku cetakan. Puluhan ebook bisa disimpan menggunakan CD, flashdisk, maupun mp3. Sehingga lebih efektif untuk dibawa, daripada membawa 10 buku cetak dalam waktu yang bersamaan.

-  Harga ebook cenderung lebih murah dari buku cetak. Karena produksinya tidak membutuhkan kertas, tinta, maupun biaya cetak

-  Konsumen tidak perlu datang langsung ke sebuah toko untuk membeli ebook, cukup membuka internet dan mencari ebook yang dicari, kemudian mendownloadnya atau produsena akan mengirimkannya melalui email setelah konsumen malakukan pembayaran.

Masih banyak lagi keuntungan yang diberikan bisnis ebook, bagi pelaku usahanya maupun bagi para konsumennya. Jika Anda tertarik dengan bisnis online, tak ada salahnya jika Anda mencoba untuk menjalankan bisnis ebook yang sangat menguntungkan ini. Sekian informasi dari kami, semoga bermanfaat dan salam sukses.
Sumber gambar : Tim Bisnis UKM

Senin, 30 Januari 2012

Rahasia Mencapai Masyarakat Adil Dan Makmur di Indonesia telah tercantum dalam Al Quran


Allah berfirman :
 "Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain? Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi." (QS.Al A'raaf:96-99)

Dari ayat diatas, Al Quran telah menyebutkan bahwa kesejahteraan dan kemakmuran suatu negeri tergantung pada penduduknya. Jika penduduknya beriman dan bertaqwa, maka Allah akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Dan jika mereka ingkar, maka Allah akan mengadzab mereka dengan berbagai adzab(musibah) karena kesalahan mereka sendiri.
Melihat persentase penduduk muslim Indonesia yang mencapai 85,1% dari seluruh penduduk Indonesia, maka mereka sangat berperan sekali dalam memakmurkan negeri ini, jika sebagian besar mereka, beriman dan bertaqwa sesuai yang dimaksudkan dalam QS.Al A'raaf:96-99 maka Allah akan melimpahkan berkah dari langit dan bumi.     
Pertanyaannya sekarang, apa kriteria atau standart disebut sebagai orang yang beriman dan bertaqwa yang benar sesuai dengan ayat diatas?
Kita tidak boleh mengatakan dengan tanpa dasar dari Al Quran sendiri bahwa dari kelompok-kelompok islam(organisasi islam) yg ada di Indonesia, salah satu dari mereka yang benar. Kita harus mengembalikan pertanyaan ini ke dalam kandungan ayat-ayat Al Quran. Karena ternyata orang-orang yang beriman, bertaqwa, orang yang benar, beruntung telah disebutkan dalam Al Quran dan dijelaskan secara jelas dalam Al Quran serta dipertegas lagi dalam beberapa hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam. Bahkan mereka bukan fiktif(tidak pernah ada), mereka pernah hidup didunia ini, merekalah para sahabat Rasulullah, yang diridhoi oleh Allah, disebutkan sebagai ummat terbaik yang pernah dilahirkan untuk manusia, dan kepada mereka, Allah telah menjanjikan mereka masuk surgaNya.
Berikut kami cantumkan dalil-dalil tentang kemuliaan mereka.

QS.Al Fath:10
"Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia(para sahabat) kepada kamu(Muhammad) sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barang siapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu(adzab) akan menimpa dirinya sendiri dan barang siapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar." 

Allah ta'ala berfirman yang artinya, "Muhammad adalah utusan Allah beserta orang-orang yang bersamanya adalah bersikap keras kepada orang-orang kafir dan saling menyayangi sesama mereka. Engkau lihat mereka itu ruku' dan sujud senantiasa mengharapkan karunia dari Allah dan keridhaan-Nya." (QS. Al Fath:29).

"Tetapi kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin(para sahabat) tidak sekali-kali akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya dan setan telah menjadikan kamu memandang baik dalam hatimu persangkaan itu, dan kamu telah menyangka dengan sangkaan yang buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa."(QS. Al Fath:12)
 
Allah ta'ala berfirman yang artinya, "Bagi orang-orang fakir dari kalangan Muhajirin yang diusir dari negeri-negeri mereka dan meninggalkan harta-harta mereka karena mengharapkan keutamaan dari Allah dan keridhaan-Nya demi menolong agama Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar. Sedangkan orang-orang yang tinggal di negeri tersebut (Anshar) dan beriman sebelum mereka juga mencintai orang-orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin) dan di dalam hati mereka tidak ada rasa butuh terhadap apa yang mereka berikan dan mereka lebih mengutamakan saudaranya daripada diri mereka sendiri walaupun mereka juga sedang berada dalam kesulitan." (QS. Al Hasyr : 8-9)

Allah ta'ala berfirman yang artinya, "Sungguh Allah telah ridha kepada orang-orang yang beriman (para sahabat Nabi) ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon (Bai'atu Ridwan). Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka. Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada mereka dan membalas mereka dengan kemenangan yang dekat." (QS. Al Fath : 18)

Allah ta'ala berfirman yang artinya, "Dan orang-orang yang terlebih dulu (berjasa kepada Islam) dari kalangan Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, maka Allah telah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha mepada Allah. dan Allah telah mempersiapkan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang sangat besar." (QS. At Taubah : 100)

Allah ta'ala berfirman yang artinya, "Pada hari dimana Allah tidak akan menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersamanya(para sahabat). Cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka." (QS. At Tahrim : 8) (lihat Al Is'aad, hal. 77-78)

Begitu banyak pujian Allah kepada para sahabat Rasulullah dalam Al Quran menjelaskan dengan tegas dan terang bahwa merekalah orang-orang yang beriman serta bertaqwa standard Al Quran, kepada mereka(para sahabat)dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik(pemahaman aqidah, beragama, cara beragama)dijanjikan surga oleh Allah subhanahu wa ta'ala(lihat QS.At Taubah ayat 100). 

Sementara di dalam hadits Rasulullah juga tercantum kemuliaan dan keutamaan para sahabat, yang menyebutkan mereka sebagai generasi terbaik dalam umat beliau. Berikut hadits-hadits tentang kemuliaan para sahabat:

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Janganlah kalian mencela seorang pun di antara para sahabatku. Karena sesungguhnya apabila seandainya ada salah satu di antara kalian yang bisa berinfak emas sebesar Gunung Uhud maka itu tidak akan bisa menyaingi infak salah seorang di antara mereka; yang hanya sebesar genggaman tangan atau bahkan setengahnya." (Muttafaq 'alaih)

Beliau juga bersabda, "Sebaik-baik umat manusia adalah generasiku (sahabat), kemudian orang-orang yang mengikuti mereka (tabi'in) dan kemudian orang-orang yang mengikuti mereka lagi (tabi'ut tabi'in)." (Muttafaq 'alaih)

Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Bintang-bintang itu adalah amanat bagi langit. Apabila bintang-bintang itu telah musnah maka tibalah kiamat yang dijanjikan akan menimpa langit. Sedangkan aku adalah amanat bagi para sahabatku. Apabila aku telah pergi maka tibalah apa yang dijanjikan Allah akan terjadi kepada para sahabatku. Sedangkan para sahabatku adalah amanat bagi umatku. Sehingga apabila para sahabatku telah pergi maka akan datanglah sesuatu (perselisihan dan perpecahan, red) yang sudah dijanjikan Allah akan terjadi kepada umatku ini." (HR. Muslim)

Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang mencela para sahabatku maka dia berhak mendapatkan laknat dari Allah, laknat para malaikat dan laknat dari seluruh umat manusia." (Ash Shahihah : 234)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda, "Apabila disebutkan tentang para sahabatku maka diamlah." (Ash Shahihah : 24) (lihat Al Is'aad, hal. 78)

Sehingga setelah jelas bahwa yang disebut oleh Allah dalam Al Quran dan dijelaskan dalam Hadits Rasulullah tentang orang-orang yang beriman, bertaqwa, yang dijanjikan masuk surga adalah para sahabat dan dijanjikan pula bagi orang-orang yang mengikuti(mencontoh) mereka dengan baik akan masuk surge pula, maka hanya orang-orang Islam yang tidak waras saja yang menjadikan orang-orang selain para sahabat sebagai contoh atau teladan dalam beragama, karena ini berasal dari kebenaran(dari Kitabullah dan Sunnah), seandainya mereka manusia yang normal dan benar-benar beriman,maka akan menjadikan para sahabat sebagai suri tauladan mereka dalam beragama. Mereka,para sahabat adalah manusia biasa(bukan para Nabi dan Rasul), mereka sama seperti kita semua tetapi cara beragama merekalah yang terbaik diantara manusia biasa yang bisa kita contoh. Hal ini kami ungkapkan karena ada beberapa orang yang mengatakan bahwa kita tidak dapat mencontoh Rasulullah karena beliau adalah seorang Rasul yang dijaga oleh Allah, sementara manusia biasa tidak. Makanya untuk orang-orang yang memiliki pemahaman seperti itu, ketika contoh para sahabat Rasulullah yang diajukan sebagai contoh,maka mereka tidak bisa beralasan lagi. Meskipun sebenarnya contoh umat muslim yang ideal adalah Rasulullah dan para sahabatnya, karena sebenarnya Allah telah memudahkan agama Islam ini sehingga pada dasarnya semua manusia dapat menjalankan seluruh ibadah yang tercantum didalamnya serta dapat menjauhi semua larangan yang tercantum didalam ajarannya.

Ketika kita, masyarakat muslim Indonesia sudah memahami dan mencontoh pemahaman serta cara beragama para sahabat Rasulullah dengan baik maka hal tersebut akan mengantarkan kita sebagai orang yang beriman dan bertaqwa sesuai ayat-ayat Al Quran. Dan ketika banyak dari penduduk muslim Indonesia mencapai keimanan dan ketaqwaan tersebut maka Allah pasti akan melimpahkan berkah dari langit dan bumi, menjauhkan Indonesia dari berbagai macam bencana alam, serta akan memunculkan dari masyarakat yang beriman tersebut para pemimpin yang amanah, baik akhlaknya, jujur, serta adil. Seperti nasihat yang di sampaikan Rasulullah kepada para sahabatnya yaitu agar mereka bersabar ketika menjumpai penguasa yang dzalim, tidak boleh mencoba menjatuhkan mereka, menghasut orang untuk menurunkan mereka meskipun mereka telah mendzalimi rakyatnya(namun untuk sesuatu hal yang merupakan kemaksiatan kepada Allah dan RasulNya,maka kita tidak boleh mentaatinya). Karena seandainya mereka jatuh, maka akan lahir pemimpin atau pejabat yang dzalim yang lain. Karena adanya pemimpin yang dzalim(dijadikan orang yang dzalim sebagai pemimpin oleh Allah di negeri tersebut) di akibatkan karena dosa-dosa seluruh rakyatnya yang durhaka kepada Allah dan RasulNya, tidak taat dalam menjalankan ajaran agama sesuai Al Quran dan Sunnah. Sehingga cara yang paling baik untuk memunculkan pemimpin yang adil, amanah adalah dengan mendakwahkan kepada seluruh masyarakat tentang pemahaman dan cara beragama yang benar sesuai yang dicontohkan Rasulullah dan para murid beliau yaitu para sahabat.

Jalan keimanan dan ketaqwaan adalah satu jalan lurus tak bercabang, apalagi berbilang. Satu jalan yang ALLAH Subhaanahu wa ta'alaa pun mengatakan sebagai jalan-Nya.:
(Artinya: "Dan bahwasanya inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah jalan ini, dan jangan kalian ikuti jalan-jalan yang banyak, yang akan menceraiberaikan kalian dari jalan-Nya. Yang demikian itu diwasiatkan ALLAH kepada kalian, agar kalian bertaqwa.") (Al An'aam:153)

Dan dihadits Rasulullah juga tercantum bahwa jalan kebenaran ini cuma satu, (Dari Abdullah bin Mas'ud -radhiallahu anhu-, berkata: Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- telah menggambarkan bagi kami sebuah garis dengan tangannya, kemudian berkata,"Inilah jalan-ALLAH yang lurus." Dan kemudian beliau membuatkan garis-garis lain di sebelah kiri dan kanan garis tadi, kemudian berkata, "Inilah As-Subul (jalan-jalan yang banyak). Tidak satupun dari jalan-jalan itu kecuali ada syaithan yang menyeru kepadanya." Kemudian beliau membaca -(Dan bahwasanya inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah jalan ini, dan jangan kalian ikuti jalan-jalan yang banyak, yang akan menceraiberaikan kalian dari jalan-Nya).

Sehingga telah jelas bahwa jalan kebenaran ini hanya satu yaitu jalan para Nabi dan Rasul, serta para sahabatnya dan para pengikutnya yang setia memegang teguh ajaran para Rasul tersebut,dan meninggalkan segala hal yang tidak pernah dicontohkan oleh para Rasulnya. Jadi telah jelas, selama cara beragama umat Islam di Indonesia ini tidak mengambil dasar dari Al Quran dan Sunnah atau mengambil dasar yang tidak pernah dicontohkan Rasulullah dan para sahabatnya, maka tidak akan mencapai keimanan dan ketaqwaan yang diinginkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.Dengan kata lain jika keimanan dan ketaqwaan yang sesuai dengan Al Quran dan Sunnah tersebut tidak tercapai,maka kemakmuran dan kesejahteraan,kepemimpinan yang adil yang diharapkan seluruh bangsa ini tidak akan pernah terwujud. Karena tidak ada keimanan dan ketaqwaan yang benar selain jalan atau keimanan,ketaqwaan yang telah dicontohkan Rasulullah dan para sahabatnya. Oleh karena itu marilah kita beragama sesuai beragamanya Rasulullah dan para sahabatnya, pemahaman syahadatnya sesuai pemahaman mereka(Rasulullah dan para sahabatnya), sholatnya sesuai sholat Rasulullah, puasa sesuai puasa Rasulullah, zakatnya sesuai bagaimana Rasulullah mencontohkannya, demikian pula haji dan ibadah-ibadah yang lain. Berikut penjelasan tentang tidak bolehnya ada tambahan dalam urusan agama(islam) ini selain yang sudah ada dalam Al Quran dan Sunnah karena agama ini telah sempurna:
Allah subhanahu wa ta`ala berfirman :
"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian dan telah Aku cukupkan bagi kalian nikmat-Ku dan Aku ridha Islam sebagai agama kalian." (QS. Al Maidah : 3)
Berikut penjelasannya tentang ibadah yang diada-adakan yang akan tertolak: 

Penulis: Ustadz Muslim Abu Ishaq Al Atsari
Ibadah itu pada asalnya haram untuk dikerjakan bila tidak ada dalil yang memerintahkannya. Inilah kaidah yang harus dipegang oleh setiap muslim sehingga tidak bermudah-mudah membuat amalan yang tidak ada perintahnya baik dari Allah maupun Rasulullah.

Nabi kita yang mulia shallallahu 'alaihi wasallam bertutur dalam haditsnya yang agung :

"Siapa yang mengada-adakan perkara baru dalam agama kami yang hal tersebut bukan dari agama ini maka perkara itu ditolak
."(HR.Bukhari Muslim)

Hadits yang dibawakan oleh istri beliau yang mulia Ummul Mukminin Aisyah radliallahu 'anha ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari rahimahullah dalam shahihnya, pada kitab Ash Shulh, bab Idzaashthalahuu `ala shulhi jawrin fash shulhu marduud no. 2697 dan diriwayatkan oleh Imam Muslim rahimahullah dalam shahihnya, pada kitab Al Aqdliyyah yang diberi judul bab oleh Imam Nawawi rahimahullah selaku pensyarah (yang memberi penjelasan) terhadap hadits-hadits dalam Shahih Muslim, bab Naqdlul ahkam al bathilah wa raddu muhdatsaati umuur, no. 1718. Imam Muslim rahimahullah juga membawakan lafaz yang lain dari hadits di atas, yaitu :

"Siapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak di atas perintah kami maka amalannya itu tertolak"

Hadits ini juga diriwayatkan oleh sebagian imam ahli hadits dalam kitab-kitab mereka. Dan kami mencukupkan takhrijnya pada shahihain (Shahih Bukhari dan Muslim).

Imam Nawawi rahimahullah berkata:
"Hadits ini merupakan kaidah yang agung dari kaidah-kaidah Islam." Beliau menambahkan lagi: "Hadits ini termasuk hadits yang sepatutnya dihafalkan dan digunakan dalam membatilkan seluruh kemungkaran dan seharusnya hadits ini disebarluaskan untuk diambil sebagai dalil." ( Syarah Shahih Muslim)

Al Hafidz Ibnu Hajar Al Atsqalani rahimahullah setelah membawakan hadits ini dalam syarahnya terhadap kitab Shahih Bukhari, beliau berkomentar :
"Hadits ini terhitung sebagai pokok dari pokok-pokok Islam dan satu kaidah dari kaidah-kaidah agama." (Fathul Bari)

Imam Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah dalam kitabnya Jami`ul Ulum wal Hikam juga memuji kedudukan hadits ini, beliau berkata :

"Hadits ini merupakan pokok yang agung dari pokok-pokok Islam. Dia seperti timbangan bagi amalan-amalan dalam dzahirnya sebagaimana hadits: (amal itu tergantung pada niatnya) merupakan timbangan bagi amalan-amalan dalam batinnya. Maka setiap amalan yang tidak diniatkan untuk mendapatkan wajah Allah tidaklah bagi pelakunya mendapatkan pahala atas amalannya itu, demikian pula setiap amalan yang tidak ada padanya perintah dari Allah dan rasulnya maka amalan itu tidak diterima dari pelakunya. (Jami`ul Ulum wal Hikam, 1/176)

Agama(ISLAM) Ini telah Sempurna

Wallahu ta'ala a'lam.                        

Kunci Kejayaan Bangsa Indonesia, Tidak ada yang lain lagi

by adhin busro

Kejujuran semakin langka ditemukan dikalangan bangsa Indonesia apalagi para pemimpinnya. Ketidak jujuran rakyat dimulai dari ketidak jujuran para pemimpinnya. Para pemimpin bangsa Indonesia mayoritas berperilaku tidak jujur seperti melakukan korupsi, kolusi, manipulasi, suap dan sebagainya. Memprihatinkan bagi rakyat dan bangsa Indonesia..

Kalau zaman sekarang terkadang kita pusing, Para politisi ngomongnya selalu berubah-ubah setiap waktu, jadi tidak adanya kesatuan antara kata dan perbuatan, mereka tidak jujur dan hanya menjadi lip service belaka. Kita berlindung kepada Allah dari tidak satunya ucapan dengan perbuatan. Naudzubillah min dzalik

Rakyat sudah putus asa lagi putus harapan terhadap yang terhormat pemimpin kita. Rasa-rasanya sudah mau muntah, jijik melihat tingkah polah pemimpin yang kotor. Mulutnya manis semanis madu tapi hati dan tindak-tanduknya busuk seperti bangkai. Mungkin terlalu berlebihan, namun begitulah yang rakyat rasakan. Yang setuju bilang setuju, yang tersinggung biarlah tersinggung

Saya amati kita sudah lupa dengan namanya dosa dan balasan akhirat. Penyakit cinta dunia dan takut mati merasuk dalam jiwa bangsa. Keislamannya hanya sampai tenggorokan saja. Pantaslah Allah SWT menurunkan azab dengan berbagai bencana silih berganti tak henti-henti. Sunami, gunung meletus, gempa adalah beberapa fenomena alam yang tidak kuat menanggung dosa negeri pertiwi ini. Kesenjangan sosial, kemiskinan, pembunuhan, pemerkosaan dan lain-lain ibarat makanan yang tiap hari kita tonton. Miris rasanya hati ini melihat kondisi bangsa yang amat memprihatinkan.

Banyak yang mengaku pandai dan pintar mencoba menyusun formula untuk kesejahteraan bangsa. Apalah itu yang namanya program-program kesejahteraan, pengentasan kemiskinan dll yang pada intinya program-program dangkal yang makin menjauh dari solusi yang di tawarkan Al Qur'an. Solusi Thogut terus dipertahankan... Solusi yahudi di bela sampai mati, solusi Qur'an di buang. Hebat sekali si Yahudi.. Apakah anda melihat ada perbaikan? Nothing. yang ada hanyalah tambah miskin dan tambah kacau negeri ini.

Hey, tengoklah Al Qur'an. Lihat surat Al A'raf 96. Jelas dan gamblang syarat sebuah negeri bisa jaya dan makmur hanyalah 2 hal, yakni beriman dan bertaqwa. Iman artinya percaya bahwa kepada Allah saja, bahwa hasil akhir Allah yang tentukan. tentunya dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Allah Maha Kuasa untuk menjadikan Negeri ini jaya dan Makmur.  Terapkan apa-apa yang memang di perintahkan Allah. Hukum Allah tegakkan bukan hukum thagut. Faham???

"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada me-reka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendus-takan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka di-sebabkan perbuatan mereka sendiri". (Al -A'raf: 96).


Hai para pemimpin negeri. Kami rakyat Indonesia menyerahkan kepemimpinan bangsa kepada anda. Berpegang teguhlah kepada metode atau cara Allah SWT dalam memimpin negeri ini. Sekali-kali bukan hukum taghut yang selama ini kalian percayai dan bela sampai mati. Insya Allah negeri ini aman sentausa. 

"baldatun thoyyibatun wa rabbun ghofuur." Suatu negeri yang sejahtera makmur dan dinaungi Allah Yang Maha Pengampun. Alangkah indahnya jika kita bertekad menuju kesana. Kita bisa berpedoman pada firman Allah: "Andaikan penduduk negeri beriman dan bertaqwa, niscaya Kami akan bukakan pintu keberkahan dari langit dan bumi."

Manakala beriman dan bertaqwa kepada Allah, dijamin akan dibukakan pintu keberkahan dari langit dan bumi. Allah SWT akan menurunkan hujan secara teratur yang membuat tanah menjadi subur yang diperlukan manusia. Namun manakala umat dibawa dan diarahkan kepada ganguan iman dan taqwa, niscaya keinginan untuk mencapai negara makmur dan sejahtera hanya impian belaka dan mustahil bisa tercapai,

Namun yang kami lihat anda wahai pemimpin negeri Indonesia telah melukai hati kami. Sungguh kami menangis tak berdaya melihat kelakuan engkau yang bak binatang. Sikut sana sini saling telikung. Yang bisa kami lakukan adalah semoga anda bertaubat sebelum terlambat. Jika anda masih melukai kami ingatlah, kami tidak henti-hentinya berdoa kepada Allah SWT untuk di timpakan azab kepada anda dengan kehinaan dunia Akhirat. Semoga Allah mengganti anda-anda semua dengan generasi pemimpin baru yang beriman dan bertaqwa. Yang mengasihi dan menyayangi rakyat dan bangsanya secara tulus.