Rabu, 23 Desember 2009

Modal Usaha

BANYAK CARA MENDAPATKAN MODAL USAHA

Bagi orang yang ingin memulai usaha, modal sering menjadi kendala utama. Sering terdengar keluhan dari pengusaha kecil yang sulit untuk mengakses perbankan guna menambah modal. Padahal pesanan atau order dari pelanggan sudah menunggu. Namun karena keterbatasan dana, si pengusaha tidak sanggup memenuhi pesanan pelanggan dalam jumlah besar. Terpaksa pelanggan tersebut mencari pengusaha lain yang bisa memenuhi pesanannya. Padahal si pelanggan sebenarnya sudah menaruh kepercayaan akan kualitas produk si pengusaha.

Kisah pengusaha yang mendapat pasar yang potensial tapi tidak mampu melayani pesanan banyak terjadi. Padahal ada banyak trik yang bisa dilakukan pengusaha pemula guna menambah atau mendapatkan modal. Karena lembaga perbankan saat ini sudah menyediakan banyak pilihan kredit. Mulai kredit investasi, modal kerja, bahkan factoring. Jenis kredit ini biasanya diberikan kepada pengusaha dengan jaminan purchase order (PO) atau surat pemesanan dari pelanggan. Untuk jenis pembiayaan permodalan seperti ini, perbankan tidak memberlakukan bunga sebagaimana kredit biasa, melainkan fee yang persentasenya cukup kompetitif dibandingkan bunga kredit perbankan. Dan PO (Purchase order) dapat dijadikan agunan dan pihak bank akan melakukan analisis terhadap PO ini, mulai dari term of payment, unit yang dipesan, harga, total barang, bank yang dipakai, NPWP, dan alamat dari pelanggan. Modal utama dari seorang pengusaha adalah tekad dan keyakinan, sementara modal finansial bisa diwujudkan dalam banyak cara. Saat sekarang ini sudah banyak lembaga yang menyalurkan pembiayaan modal kerja baik dalam bentuk kredit maupun hibah (grant).

Pemerintah pun mulai menggalakkan program kredit bagi usaha kecil yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM). Permodalan dalam bentuk hibah biasanya diberikan oleh lembaga donor internasional seperti USAID, dan AUSAID. Untuk dapat meraih dana hibah biasanya diberikan oleh lembaga donor internasional seperti USAID. Untuk dapat meraih dana hibah dari lembaga donor minimal seorang pengusaha harus mampu membuat proposal usaha dalam bentuk business plan (BP). Dengan BP inilah seorang calon investor maupun lembaga donor akan mampu mengukur seberapa potensial bisnis yang sedang dijalankan oleh si pengusaha. Di dalam BP ini harus dibuat secara detail dan mudah dipahami. Lembaga donor biasanya bersedia membantu pembiayaan perusahaan sosial (social enterprises).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar