Jumat, 06 Mei 2011

orang islam harus kaya

Pakar ekonomi syariah Dr. Muhammad Syafi'i Antonio, M.Ec, mengatakan bahwa dalam berdakwah harus mempunyai 'bensin' yang cukup. Menurut Dewan Syariah Nasional, MUI ini umat Islam harus mempunyai kemampuan untuk memperkuat 'bensin' dalam berdakwah.

"Saudara-saudara kita di pedalaman Kalimantan, Sulawesi, Irian dan sebagainya, kalah bersaing dengan dakwah misionaris. Karena mereka punya pesawat terbang, mereka ada misionaris yang digaji 1.000 atau 2.000 dollars sebulan. Sementara da'i-da'i kita dikirim disana paling bagus hanya digaji 700 ribu, 1,5 juta atau 2 juta," ungkapnya saat bersilaturrahim ke Gedung Pusat MTA, Jl Ronggowarsito no 111A, Solo, Ahad, (19/12).

Ia juga menghimbau agar umat Islam mempunyai Televisi Nasional agar dakwah dapat berkembang luas. Selama ini, acara-acara televisi yang berkaitan dengan masalah kajian Islam hanya tayang pada jam sisa, bukan pada waktu prime time. "Untuk itu, umat Islam tidak boleh kaya, tetapi umat Islam wajib kaya. Kenapa? Karena kalau kita miskin ada 2 rukun yang hilang, 1 zakat dan 2 haji," ujar Doktor Banking and Micro Finance, University of Melbourne tahun 2004 ini.

Semua ini, katanya lagi, bukan untuk memperkaya diri tetapi adalah untuk memperkuat ummat. Lebih lanjut ia juga mengungkapkan agar umat Islam mengambil suri teladan dari Rasulullah Saw terutama dalam aspek bisnis, manajemen, dan leadership.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar